Setelah Amerika Serikat, Kini Giliran German Ingin Tebus Ahok Berapapun Agar Bebas, Untuk Dijadikan Walikota Di Berlin


FUNESIA.NETWarga Indonesia seharusnya bangga melihat Gubenur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama yang di perebutkan oleh beberapa negara besar. Bahkan New York dan Singapura pernah memperebutkannya.





Jika beberapa bulan yang lalu sebelum pilkada berlangsung, kini pemerintah kembali dirayu oleh German untuk menjadikan Ahok pemimpin di German. 

Bahkan german tidak main-main bersedia bayar dana tebusan berapapun yang pemerintah minta. Asal pemerintah mau melepaskan Ahok dari jeratan hukum dan merelakan kewarganegaraannya.

Minat German terhadap Ahok sebagai pemimpin tentunya bukan karena mengagumi semata, namun kredibilitas Ahok sudah sangat terbukti. Ahok yang sudah sering di periksa KPK dan tidak terbukti bersalah membuatnya anti korupsi. Hal ini juga salah satu point penting membuat German dan beberapa negara lainnya ingin memilikinya menjadi pemimpin di negara mereka.

Selain itu Ahok juga mampu memunculkan program-program yang dinilai bisa mensejahterakan rakyat DKI Jakarta dengan anggaran yang sangat sedikit di bandingkan Gubernur terdahulunya. Program nyata Ahok itu juga lah menjadi point besar negara lain menjatuhkan pilihan terhadap Ahok dan rela menghabiskan dana asalkan pemerintah bersedia Ahok berpindah ke negara mereka.

German yang mengetahui Ahok yang sedang mengikuti pilkada DKI Jakarta mengalami penolakan dari umat muslim dengan menuduh Ahok telah menistakan Alquran. Dengan adanya tuduhan dari umat muslim itu membuat Ahok tersangkut hukum dengan kasus penistaan agama dan hingga saat ini ahok sudah menjalani hukuman.

German menganggap pidana yang dijatuhkan sangat berlebihan, sama sekali tidak ada teguran peringatan. Tiba-tiba langsung masuk proses pidana. Tuduhan penistaan agama itu bermotif politik sehingga tidak mengurangi minatnya terhadap Ahok. German malah heran melihat politik yang ada di Indonesia karena menjadikan agama sebagai cara untuk menjatuhkan Ahok.

Kesempatan inilah membuat German mendekati pemerintah dan mengirimkan perwakilannya untuk menyatakan German siap jika perlu membeli Ahok untuk menjadi pemimpin di sana sebab sebelumnya negara lain seperti New York serta Singapura juga telah menawarinya.

Baca Juga :



Kita ketahui Sebelumnya New York menyatakan akan melunasi seluruh hutang Indonesia jika Ahok bersedia menjadi Wali Kota New York. Tentunya sungguh miris melihat negara lain memperebutkan orang-orang pintar yang bisa memajukan Indonesia, sedangkan kita yang menggenggam orang pintar tersebut malah membuangnya.(portalsuara)

Jangan biarkan teman kamu kudet & kuper, bagikan info ini

Loading...