Sandiaga : Saya Ingin Dana RAPBD DKI 2018 Jangan 76 Triliun Tapi 120 Triliun Dan Tak Usah Pakai Pasword Segala Untuk Mensejahterakan Rakyat


FUNESIA.NET-Wakil gubernur terpilih Sandiaga Uno saat ini berdasarkan tim sinkronisasi sedang berdiskusi mengenai rencana perancangan RAPBD DKI tahun 2018 yang konon hanya 76 triliun menurutnya sangat tidak masuk akal. Sandiaga menilai kondisi Jakarta kedepannya akan semakin banyak pengeluaran yang semakin tinggi dan berbagai program dan misi kerja yang akan dijalankan pastinya memakan biaya yang tidak sedikit. Sandiaga menilai nilai anggaran sebesar 76 triliun dinilai sangat kecil dan kurang memenuhi target yang justru dapat menghambat proses jalannya pemerintahan.




Beberapa program yang akan diberikan oleh pasangan no urut 3 ini adalah adanya KJP Plus dan Rumah Dp 0 rupiah serta memberikan dana 1 milyard per RW dinilai memang sangat berlebihan dan terkesan memboroskan aggaran. 
Program yang baik seharusnya tidak harus melulu soal janji-janji manis soal uang dan dana hibah akan lebih baik bila peningkatan infrastuktur yang ada di jakarta dan solusi nyata menghadapi kemacetan dan berbagai masalah sosial lainnya. Bukan sebaliknya memberikan program bantuan berupa uang yang membuat pola pikir masyarakat menjadi malas dan terkesan hanya akan membebankan anggaran APBD DKI.

Berkaca dari kesuksesan Jokowi dalam memimpin ibukota seharusnya Sandiaga bisa belajar dan memahami bahwa pendekatan kepada masyarakat dan mengerti akan kebutuhannya adalah poin terpenting mensejahterahkan mereka dan menjalankan pemerintahan yang terbuka dan bebas korupsi dalam penggunaan anggaran. DIkawatirkan dengan anggaran yang terlalu banyak malah menimbulkan polemik di masyarakat dan kecurigaan menyebabkan masyarakat Jakarta tidak puas dan semakin memperburuk keadaan. Sudah seharusnya pejabat sekarang memikirkan program kesejahteraan dan tidak melulu soal uang dan anggaran dengan nilai yang fantastis hanya untuk memenangkan hati rakyat tanpa mensejahterahkan mereka.

Berikut kutiapan wawancara sumber berita detik.com kepada Sandiaga, “Kita tidak ingin RPJMD itu jauh melenceng daripada yang kita lihat sekarang. Tahun 2018 mestinya dicanangkan Rp 120 triliun tapi ternyata hanya Rp 70an triliun dan saya minta kalau bisa tidak usah lagi pakai pasword segela, Kita ingin RPJMD ke depan lebih realistis dan mencerminkan keadaan ekonomi yang sekarang,” kata Sandiaga di Exhibition Hall SMESCO, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Minggu (9/7/2017).

Sandiaga ingin program-program yang sudah dia siapkan bersama Anies bisa hadir pada 2018. Soal program 100 hari, Sandiaga mengaku tidak ingin hanya fokus untuk jangka pendek.

Bisa terlihat bahwa pencalonan gubernur Anies Sandi ini terkesan seperti ada yang menyetir mereka untuk mendapatkan tujuan tertentu dalam meraih kekuasaaan, semoga saja Anies dan Sandi dapat mengemban tugas mereka dengan baik dibalik banyaknya pendukung mereka yang saat ini sedang banyak terjerat kasus radikalisme dan anti terhadap pancasila.

“Kita yakin bahwa kunci kesuksesan pemerintahan ke depan adalah bagaimana fokus di masalah-masalah jangka menengah dan jangka panjang dan tentunya ada program jangka pendek 100 hari tersebut tapi tentunya yang harus menjadi penekan itu 3 masalah inti, masalah lapangan kerja, masalah stabilisasi biaya hidup dan juga terakhir yang harus kita hadirkan adalah pendidikan yang berkualitas,” paparnya.

Sandiaga dan Anies akan dilantik 3 bulan lagi yaitu pada Oktober 2017. Dia menyebut persiapan yang dilakukan tim sinkronisasi sesuai jadwal.  “Positif, sangat on track, progres baik, kita optimis dan kita berterima kasih pada Pak Djarot dan seluruh jajaran,” ucap Sandiaga.
Sebelumnya diberitakan, Pemprov DKI menyiapkan rencana anggaran tahun 2018 sebanyak Rp 76 triliun. Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah menyebut anggaran tersebut telah masuk ke dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS).

“Sekitar Rp 76 triliun,” kata Saefullah di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (5/7/2017).
KUA-PPAS tahun 2018 disebut Saefullah telah diserahkan kepada DPRD DKI Jakarta. Saat ini, pembahasan lebih lanjut belum dilakukan.

lantas dengan biaya sebesar itu program apa sajakah yang akan ditawarkan oleh Anies Sandiaga? mengapa program mereka sudah memperkirakan biaya yang begitu besar? mari kawal bersama!


Sumber : beritanik.com



Jangan biarkan teman kamu kudet & kuper, bagikan info ini

Loading...