Obat Cacing Untuk Dewasa Dan Anak Yang Efektif


FUNESIA.NET-Keluhan penyakit cacingan dapat dilakukan dengan pemberian obat cacing untuk dewasa maupun anak-anak. Konsumsi obat cacing disesuaikan dengan jenis infeksi dan dosis pemakaian obat.




Infeksi cacing sering dihubungkan dengan kurangnya kepedulian di dalam menjaga kebersihan baik makanan maupun minuman. Tak hanya orang dewasa yang bisa terjangkit cacingan, penyakit ini pun kerap menyerang anak-anak.

Jenis dan Dosis Obat Cacing untuk Orang Dewasa
Penyakit cacingan pada umumnya tidak berbahaya, namun bisa mengganggu aktivitas keseharian Anda. Orang yang terinfeksi cacing kremi, biasanya akan mengeluh gatal pada anus dan tampak cacing di sekitar anus atau tinja. Kemudian, keluhan dari infeksi cacing pita bisa berupa berupa sakit perut, dan muntah.
Namun efek infeksi cacing bisa lebih berat. Misalnya infeksi cacing tambang yang parah, dapat menyebabkan turunnya berat badan, tidak nafsu makan, diare, lelah dan anemia.

Ketika dokter mencurigai bahwa penderita mengalami infeksi yang disebabkan oleh cacing, maka beberapa tes mungkin akan dilakukan untuk memastikan diagnosis. Tes-tes tersebut akan dilakukan berdasarkan jenis cacing yang dicurigai menyebabkan gejala. Misalnya, pada penderita yang dicurigai terinfeksi cacing pita, makan kemungkinan dokter akan menganjurkan untuk melakukan pemeriksaan sampel tinja, pemeriksaan darah dan pemindaian seperti: CT scan atau MRI.

Jika cacing kremi diduga sebagai penyebab, maka dokter mungkin akan menganjurkan untuk melakukan pemeriksaan megggunakan perekat transparan yang ditempelkan di kulit sekitar anus sesaat setelah penderita bangun tidur. Tes ini dianjurkan dilakukan selama tiga hari berturut-turut. Perekat tersebut dibawa ke dokter untuk diperiksa di bawah mikroskop.

Setelah diagnosa dipastikan disebabkan oleh cacing, maka dokter akan memberikan obat cacing atau yang bisa disebut juga antihelmentik. Obat cacing sendiri memiliki beberapa golongan seperti: mebendazole, albendazole, praziquantel, niclosamide, pirantel dan piperazine.

Mebendazole merupakan obat resep yang cukup populer dalam mengobati cacingan. Mebendazole boleh dikonsumsi orang dewasa dan anak-anak yang berusia dua tahun keatas.

Cara mengonsumsi mebendazole seperti obat cacing lainnya yaitu dengan cara dikunyah, ditelan atau cairan yang diminum. Bagi ibu hamil dan menyusui, anak-anak usia di bawah dua tahun, serta sedang menjalani pengobatan tertentu dianjurkan untuk berkonsultasi kepada dokter sebelum berencana mengonsumsi mebendazole.

Obat cacing lain seperti albendazole digunakan untuk mengobati cacingan yang disebabkan cacing pita. Agar obat diserap dengan baik oleh tubuh, albendazole disarankan untuk dikonsumsi bersama makanan yang mengandung lemak.

Albendozole bisa dikonsumsi sebagai obat kunyah atau dihancurkan sebelum ditelan. Pemakaian albendozole membutuhkan resep dari dokter. Demi memperoleh dosis yang sesuai dan hasil maksimal.

Memahami Cara Kerja Obat cacing
Obat cacing untuk dewasa seperti mebendazole, albendazole, dan tiabendazole memiliki cara kerja memutus pasokan gula bagi cacing-cacing di dalam tubuh. Zat gula ini dibutuhkan oleh cacing untuk agar bisa tetap hidup. Ketiga obat tersebut efektif dalam membasmi cacing-cacing dewasa, tapi tidak mampu membunuh telur-telur cacing.
Sementara itu, obat cacing seperti jenis ivermectin dan praziquantel berguna untuk membasmi cacing-cacing di dalam usus, agar bisa dengan mudah dikeluarkan bersama tinja.

Hal lain yang tak kalah penting ialah menyimpan obat cacing untuk dewasa di tempat tertutup dengan suhu ruangan. Hindari kondisi lembap, panas, sinar matahari langsung, dan yang terpenting jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Selalu perhatikan label kemasan pada obat cacing untuk dewasa dan anak, cermati cara penggunaan dan dosis yang tepat. Dosis obat cacing bisa berbeda pada tiap-tiap penderita. Oleh karena itu, konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsinya.(aladokter)



Jangan biarkan teman kamu kudet & kuper, bagikan info ini

Loading...