Dari Balik Tahanan, Ahok Balas Surat Seorang Anak Perempuan, Isinya Mengejutkan


FUNESIA.NET-Allegra Freya Berlinawan mengirimkan surat kepada Basuki Tjahaja Purnama.




Anak perempuan berusia 12 tahun itu memberi semangat kepada pria yang akrab disapa Ahok itu.

Surat itu pun terbalas.

Berikut isi surat Allegra kepada Ahok:

"Good people are like candle. They burn themselves up to give other light".

Thank you for answearing my question about the lack of tourist in museum last year when i visited Balaikota nonetheless, thank you for transforming our beloved Jakarta into a better place.

I pray for your health, family, and spirit and i hope you and your loved ones can stay strong amids the difficulties.

Jakarta needs more people like you!!

The World

Sincerely,

Allegra Freya Berlinawan.

Surat itu kemudian dibalas Ahok:

"Terima kasih atas suratnya. Semoga kamu tetap semangat untuk mengabdi buat bangsa dan negara.

Saya baik-baik di sini.. Tuhan memberkatimu dan keluargamu.

Salam BTP

Ahok"

Keaslian surat ini dipastikan oleh adik Ahok, Fifi Letty Indra.
"Iya benar, Pak Ahok yang balas surat. Benar tulisan tangan Pak Ahok" ujar Fifi, Selasa (6/6/2017).

Fifi mengatakan Ahok memang kerap membalas surat-surat yang masuk kepadanya.

Kata Fifi, Ahok akan membalas surat yang mencantumkan alamat lengkap.

"Buat yang mau kirim surat, biar dibalas cepat, bisa sertakan amplop lengkap dengan alamat mereka," ujar Fifi.
Analisa tulisan tangan Ahok

Tulisan tangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) lewat surat yang ia kirimkan untuk para pendukungnya ternyata menyimpan makna yang mendalam.

Surat tersebut dibacakan oleh istri Ahok, Veronica Tan, saat konferensi pers terkait keputusan batalnya pengajuan banding atas vonis majelis hakim, Selasa, 23 Mei 2017.

"Pada saat kami sebagai keluarga memutuskan tidak banding, bapak minta saya untuk bacakan surat ini untuk semua," ucap Veronica, dikutip dari Kompas.com.

Belum sampai selesai dua kalimat isi surat, Veronica berhenti membaca dan menangis tersedu-sedu.

Setelah mampu menenangkan diri, barulah Vero melanjutkan membaca surat dari Ahok tersebut.

Analisis ahli grafolog terhadap tulisan Ahok
Menurut ahli grafolog, Putro Perdana, Ahok kini telah mengalami perubahan besar dalam hidupnya.

Hal tersebut diungkapkan oleh Putro setelah melakukan analisis terhadap tulisan tangan Ahok.

Untuk diketahui, grafolog adalah seorang ahli membaca kondisi psikologis atau karakter seseorang melalui tulisan tangan.

Ilmu yang mempelajari tentang kemampuan ini disebut dengan grafologi.

Melalui laman Facebooknya, Putro menulis analisisnya terkait tulisan Ahok.

“Lihatlah margin kiri tulisan tangan ini, lihat seberapa tidak merata itu.

Ini menunjukkan bahwa dia menyesali banyak hal yang telah dilakukannya di masa lalu.

Lihatlah seberapa dekat spasi antarkata.

Ini menunjukkan bahwa dia merindukan teman dan orang yang dia cintai.

Biasanya ia memiliki bentuk tulisan tangan yang lebih tajam, sekarang nampaknya lebih membulat.

Ini menunjukkan bahwa dia menyadari bahwa bersikap agresif tidak bisa menyelesaikan semua masalah. 

Beberapa hal membutuhkan sentuhan yang lebih manusiawi.
Perubahan tulisan tangan, menunjukkan perkembangan karakter penulisnya.

Seperti profil psikologis, tulisan tangan selalu bergerak.
Dan dalam kasus ini, kita belajar bahwa orang yang paling keras pun bisa dilunakkan oleh pengalaman yang mengubah hidupnya.

Mudah-mudahan, dia belajar kesalahannya. Dan saat dia, dia akan menjadi orang yang berubah.”

Seorang netizen bernama, Rinaldi Ridwan memberikan komentar pada unggahan Putro dan meminta analisis lebih lanjut.

Rinaldi Ridwan, "Lebih panjang lagi dong plis analisisnya! Kerennn."

Putro lantas membalas komentar tersebut dan menguraikan penjelasan tambahan.

“Sebagian dari egonya masih di situ. Ukuran tulisannya cenderung masih besar. Mungkin seiring waktu akan mengecil.

Kemiringan tulisannya juga sudah tidak terlalu ke kanan.

Ada perubahan dalam cara dia mengekspresikan emosi.

Sedikit lebih kontemplatif dibanding dulu
Kadang karakter manusia akan banyak berubah seiring semakin sering dirinya berbincang dengan dirinya sendiri.

Bagi pria yang lebih rendah, kesepian membunuh.

Tapi untuk pria yang lebih besar.


Kesepian menumbuhkan karakter mereka,” balasnya.(tribunnews)



Jangan biarkan teman kamu kudet & kuper, bagikan info ini

Loading...