Hari-Hari Tampa Ahok


FUNESIA.NET-Pelaksana tugas (plt) Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat tak kuasa menahan air matanya di hadapan warga yang memadati Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (10/5/2017).





Mata Djarot berkaca-kaca saat menyampaikan pesan dari Gubernur DKI nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kepada warga pendukung di Balai Kota dan saat menyanyikan lagu-lagu kebangsaan bersama musisi Addie MS.

Rabu itu, simpatisan Ahok-Djarot memang berkumpul di Balai Kota dan kompak mengenakan pakaian serba merah. Dipimpin oleh Addie MS, mereka bersama-sama menyanyikan lagu-lagu, seperti "Rayuan Pulau Kelapa" dan "Garuda Pancasila".

Tak hanya Djarot, sejumlah warga juga tampak meneteskan air mata dan mengaku merinding mendengar suara paduan suara menggema di Gedung Balai Kota.

Rabu pagi itu adalah hari pertama tanpa Ahok di Balai Kota setelah ia divonis 2 tahun penjara oleh majelis hakim atas kasus penodaan agama. Banyak yang tak menduga, Ahok akan langsung dibawa ke sel tahanan setelah vonis dibacakan oleh hakim, Selasa (9/5/2017) siang.

Staf Ahok yang selalu mendampingi pelayanan aduan warga, Nathanael Ompusunggu juga tak menyangka atasannya itu tak kembali lagi ke Balai Kota setelah pembacaan vonis.

Bahkan, menurut Nael, Ahok pun tak berpikir akan ditahan hari itu juga. Sebab, biasanya Ahok adalah orang yang selalu penuh persiapan.

"Kalau dia tahu (akan dipenjara), pasti dia akan kasih pesan. Nael tolong urus ini, urus itu, tapi ini enggak ada," ujar Nael, Rabu.

Melanjutkan kebiasaan Ahok
Hari pertama tanpa Ahok, Djarot pun melanjutkan kebiasaan yang dilakukan pasangan kerjanya itu.  Djarot melayani antrean foto bersama warga. Kebiasaan foto bersama itu sebelumnya dilakukan oleh Ahok dalam beberapa pekan terakhir sebelum sidang vonis.

Seperti yang dilakukan bersama Ahok, warga duduk di kursi-kursi yang telah disediakan. Setelah itu, Djarot duduk di tengah-tengah mereka untuk berfoto bersama.

Hari ini juga akan menjadi hari tanpa Ahok karena ia masih ditahan di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Sebelumnya Djarot mengatakan, meski tanpa Ahok, semua pegawai di Balai Kota akan tetap bekerja seperti biasa.

"Enggak apa-apa (tanpa Ahok), kan partner kami banyak. Ada sekda dan teman-teman semua ini partner semua untuk eksekutif," ujar Djarot.

Djarot tak mau dibilang akan bekerja sendirian. Menurut dia, selain jajaran eksekutif, ada DPRD DKI Jakarta hingga warga yang menjadi rekan kerjanya untuk menyelesaikan pekerjaan di DKI Jakarta.

"Kami juga punya partner di parlemen, di legislatif. Warga itu juga partner. Kalau dibilang saya sendiri, itu enggak bener," kata Djarot.

Djarot kini tak lagi masuk dari pintu samping, melainkan langsung dari pintu depan Balai Kota untuk menerima aduan warga yang sebelumnya menjadi rutinitas Ahok.

Mulai Jumat (12/5/2017) hari ini, Djarot berencana mengubah sistem pelayanan pengaduan warga. Ia ingin warga dilayani sesuai bidang aduannya masing-masing sehingga lebih tertib dan bisa ditangani dengan baik.

"Kami akan bikin cluster sesuai dengan bidang masing-masing pengaduan. Ada cluster rumpun pendidikan, itu meja sendiri, kemudian kesehatan, perumahan, pelayanan masyarakat, dan masalah-masalah yang sifatnya kompleks, umum, khusus," kata Djarot di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (10/5/2017).

Djarot akan memantau setiap proses pengaduan tersebut. Hanya sistem pelayanannya saja yang berubah, tetapi pengaduannya akan tetap dilakukan di pendopo Balai Kota DKI Jakarta seperti yang dilakukan Ahok sebelumnya.


Sumber : kompas.com


Jangan biarkan teman kamu kudet & kuper, bagikan info ini

Loading...