GP Ansor Jaktim Bentuk Satgas Penanganan Jenazah Jika Ditolak Oleh Tim Anies-Sandi


FUNESIA.NET-Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Jakarta Timur membentuk Satgas Penanganan Jenazah, menyikapi munculkan aksi sejumlah masyarakat tertentu dan beberapa pengurus masjid yang menolak memandikan jenazah terkait pilihan politiknya pada pemilihan kepala daerah DKI Jakarta.





Mahmud Muzofar Ketua GP Ansor Jakarta Timur mengatakan, pembentukam satgas ini merupakan bentuk keprihatinan pihaknya terkait situasi politik di Jakarta yang sudah terlanjur keruh.

"GP Ansor yang memiliki dua visi yakni dalam hal keagamaan dan kebangsaan. Dalam hal kebangsaan, artinya bagaimana kita mengawal NKRI agar tidak terpecah belah apalagi hanya soal pilgub," terangnya saat menggelar jumpa pers di markas PC GP Ansor Jaktim, Jalan Jambore Raya, Ciracas, Jakarta Timur, Jumat (7/4) petang.

Sikap kelompok tertentu yang menolak memandikan jenazah sesama muslim, menurutnya hanya akan memperkeruh keadaan bahkan bisa merusak persatuan bangsa.

"Tuduhan kafir dan munafik yang membabi buta kepada sesama muslim berpotensi mengganggu keharmonisan hubungan antar-umat beragama dan seagama."

"Kami mengimbau supaya menghentikan segala bentuk politisasi agama dan penyebaran isu SARA untuk menghadirkan kehidupan beragama yang harmonis dan toleran meski berbeda pilihan," imbuhnya.

Mahmud menambahkan, ide pembentukan satgas ini muncul ketika pihaknya mendengar kabar, ada sekelompok warga yang menolak mensholatkan jenazah terkait pilihan politiknya. Kasus itu menurutnya terjadi di Petojo, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.

"Ini murni bentuk kepedulian kami tanpa ada maksud politis. Di pilkada DKI kami netral," tegasnya.
Ketua Satgas Penanganan Jenazah, Ahid Syibli menyampaikan, nantinya satgas ini akan mengurusi jenazah mulai dari memandikan, mensholatkan hingga proses penguburan.

"Kami siapkan semuanya dari mobil jenazah, imam untuk menshalatkam dan barang keperluan terkait pengurusan jenazah seperti kain kafan, sabun dan sebagainya. Semuanya kami sediakan gratis."

Satgas ini akan bekerja selama 24 jam dengan cakupan pelayanan semua wilayah DKI Jakarta. "Jadi tidak hanya di wilayah Jakarta Timur, namun di seluruh DKI Jakarta," imbuhnya.

PC GP Ansor pun membuka call center bagi masyarakat yang jenazah keluarganya ditolak dishalatkan yakni di nomor 082147032711 dan 085697592204.

"Silahkan masyarakat jangan ragu untuk meminta bantuan satgas. Kami akan siaga selama 24 jam," kata Ahid.


Sumber : wartakota.com




Jangan biarkan teman kamu kudet & kuper, bagikan info ini

Loading...