SADIS ! RELAWAN AHOK SEKALIGUS KADER PDIP INI DIANIAYA FPI,KONDISINYA SEKARANG MENYEDIHKAN , SEBARKAN


FUNESIA.NET-Seorang pria bernama Widodo, yang merupakan relawan Ahok-Djarot, dan Wakil Ketua Ranting PDI Perjuangan Jelambar dianiaya sekelompok orang dari FPI yang sudah mengincar dan menguntitnya sejak dari lokasi Training Relawan Ahok-Djarot.


Penganiayaan tersebut terjadi lewat tengah malam ini (06-07/01/2017 sekitar jam 21-22 s/d jam 01 dini hari barusan) saat pulang ke rumah di daerah Jelambar, Jakarta Barat, setelah menemani Djarot melakukan kampanye & mengikuti Training Relawan. Menurut informasi penduduk yang melihat peristiwa ini, kepala korban dihantam gagang besi dan dihajar ramai2 oleh FPI di depan gang.
Masyarakat sekitar segera meringkus pelaku penganiayaan tersebut. Nama Pelaku dan koordinatornya sudah diketahui, bernama M. Irfan Qoid. Jabatan, Koordinator FPI Gropet (Grogol Petamburan).
Salah satu staff Rumah Sakit yang tak bersedia disebut namanya membenarkan bahwa bisa ada kemungkinan korban mengalami gegar otak.


Luka di bagian wajah yang diderita Wakil Ketua Ranting PDI Perjuangan Jelambar Widodo cukup parah. Dia terluka setelah ribut dengan Koordinator Front Pembela Islam Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, M. Irfan Qoid, usai waktu Isya.
Mata dan pipi kiri Widodo memar-memar dan bengkak, begitu juga dengan bibirnya, jontor.
Kasus yang dialami Widodo kini sudah dilaporkan ke Polres Jakarta Barat. Polisi sekarang sedang memprosesnya.
Widodo divisum di Rumah Sakit Sumber Waras. Lalu, dibawa ke Rumah Sakit Royal Taruma, Jakarta Barat, untuk menjalani perawatan.
Sekretaris Jenderal DPD FPI Jakarta Novel Chaidir Hasan Bamukmin membenarkan adanya perkelahian antara kader PDI Perjuangan dan koordinator laskar FPI.
"Jadi itu fight satu lawan satu kok antara Widodo dan Irfan qoid, koordinator FPI Gropet (Grogol Petamburan)," kilah Novel
Saat ditanya bahwa ada saksi yang melihat pengeroyokan, Novel membantah informasi yang menyebutkan anak buahnya mengeroyok Widodo.
"Waktu fight ada saksi kok yang bukan LPI (Laskar Pembela Islam) atau FPI saja, tapi warga sekitar juga," kata dia.
"Kronologinya, kami kumpul di posko. Dia lewat mampir ke kami, tapi kami tidak mau. Kami bilang lewat saja Pak, tidak usah salaman apalagi mampir soalnya ada media. Takutnya nanti kami dibilang nyambut lagi. Lalu ada yang bilang haram, kubu dia malah bilang tidak haram. Spontan kami bangun semua," kata Novel berdasarkan laporan dari anak buahnya bernama Hisam Ibnu yang berada di lokasi kejadian.


Menurut informasi yang diterima Novel dari laskar, penganiayaan tersebut merupakan buntut peristiwa pada siang harinya.
Ketika itu, rombongan calon wakil gubernur Jakarta Djarot Saiful Hidayat tengah keliling Kecamatan Grogol Petamburan dalam rangka kampanye. Ketika rombongan tersebut melewati pos tempat berkumpul anggota FPI, terjadilah insiden yang ternyata berlanjut pada malam hari seusai Training Relawan.
"Tadi siang rombongan Djarot lewat dan FPI Gropet dkk lagi stand by dan mereka sepertinya meledek dan kader PDIP Widodo itu malah balik menantang," kata Novel.
Peristiwa ini jelas sangat terencana. Karena Widodo dikuntit sejak siang hari dan dianiaya malam harinya. Tujuannya untuk mengintimidasi para relawan Ahok-Djarot. Untunglah ditolong penduduk, jika tidak, kader PDIP ini bisa mati terbunuh dianiaya FPI.
Keributan fisik antara Wakil Ketua Ranting PDI Perjuangan Jelambar Widodo dan Koordinator FPI Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, M. Irfan, ini tampaknya akan berbuntut panjang.
Setelah kader PDI Perjuangan melaporkan peristiwa tersebut, giliran FPI yang berencana melaporkan balik ke kantor polisi.


"Sekarang kita mau buat laporan balik," kata Sekretaris Jenderal DPD FPI Jakarta Novel Chaidir Hasan Bamukmin, Sabtu (7/1/2016) dini hari.
Langkah tersebut diambil, antara lain karena Novel mendengar kabar polisi akan menciduk Irfan.
"Saya selaku advokat akan dampingi," kata pengacara yang tergabung dalam Advokat Cinta Tanah Air.
Novel juga mengingatkan FPI dan Laskar Pembela Islam di Jakarta agar berhati-hati dan tidak terpancing suasana.
"Agar semua anggota FPI dan LPI DKI jangan sampai terpancing oleh provokator yang ingin memperkeruh suasana," kata Novel.
Novel mengingatkan anggotanya bahwa saat ini FPI sedang diincar dengan cara dicari kesalahan-kesalahannya.
"Musuh-musuh FPI lagi nyari salah FPI. Makanya kita mesti cerdik dan pintar menghindari jebakan monyet musuh-musuh tersebut," kata Novel.
Novel mengatakan, perkelahian itu terjadi usai waktu Isya, Jumat (6/1) dan merupakan buntut dari insiden di siang hari saat rombongan calon wakil gubernur Jakarta Djarot Saiful Hidayat melewati tempat berkumpul anggota FPI di Jelambar.
"Kronologinya, kami kumpul di posko. Dia lewat mampir ke kami, tapi kami tidak mau. Kami bilang lewat saja Pak, tidak usah salaman apalagi mampir soalnya ada media. Takutnya nanti kami dibilang nyambut lagi. Lalu ada yang bilang haram, kubu dia malah bilang tidak haram. Spontan kami bangun semua," kata Novel berdasarkan laporan dari anak buahnya bernama Hisam Ibnu yang berada di lokasi kejadian.
Widodo telah melapor ke Polres Jakarta Barat karena mengalami luka akibat dikeroyok oleh sekelompok oknum FPI.
"Sekarang sedang kita tangani. Sementara ini sudah divisum dan dirawat," kata Kepala Polres Jakarta Barat Komisaris Besar Roycke Harry Langie.
Roycke mengatakan, peristiwa pengeroyokan yang diduga dilakukan hingga 10 orang itu terjadi sekitar pukul 21-22 WIB. Menurut Roycke, dari penyelidikan sementara terdapat dua terduga pelaku pengeroyokan yaitu pria berinisial I dan F.
"Sementara dari keterangan korban ini kemungkinan 7 sampai 10 (orang). Ada 2 saksi penduduk sekitar yang melihat kemungkinan pelaku sekitar 10 orang. Jadi bukan satu lawan satu. Ini jadi atensi bagi kami untuk segera melakukan tindakan hukum. Segera kami tangkap pelakunya," katanya.
Widodo mengalami luka di bagian mata dan di bagian kepala. Saat ini, dia menjalani perawatan di Rumah Sakit Royal Taruma, Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat.
UPDATE :
(Laporan 7 jan, 01.05 WIB) :
Saat ini team GREATER sedang berada di RS Royal Taruma. Tampak beberapa petinggi PDI-P hadir dan menjenguk Widodo.
(Laporan 7 jan, 01.53 WIB) :
Diantara para penjenguk tersebut tampak kehadiran anggota DPR-RI Charles Honoris yang sudah hadir sejak pukul 1 dini hari.
(Laporan 7 jan, 02.30 WIB) :
Bahkan Ketua umum PDI-P Megawati Soekarno juga sudah berada di RS Royal Taruma untuk menjenguk kadernya yang dianiaya FPI.
(Laporan 7 jan, 02.45 WIB) :
Petinggi2 PDI-P yang lain mulai berdatangan. Juga beberapa tokoh2 lain. Tampak Ruhut Sitompul, Ahok & Djarot juga sudah tiba

Sumber



loading...