Razia tempat pijat, petugas temukan bekas sperma dan kondom


FUNESIA.NET-Kepolisian Resor Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, menghentikan aktivitas tempat usaha panti pijat tidak berizin dan menangkap sebanyak enam wanita yang diduga sebagai pekerja seks komersial (PSK) di tempat tersebut. Tempat itu pun dilarang beroperasi kembali.



"Kita telah menghentikan aktivitas tempat usaha panti pijat itu. Selanjutnya mereka tidak boleh lagi membuka usaha tersebut," kata Kepala Kepolisian Resor Kabupaten Mukomuko, AKBP Sigit Ali Ismanto di Mukomuko, seperti dilansir Antara, Jumat (18/11).


Baca Juga :


Dia mengatakan, pihaknya menugaskan beberapa personel dan tiga polisi wanita untuk melakukan penggeledahan tempat usaha panti pijat tersebut. Saat operasi itu pemilik tempat usaha panti pijat itu berkali-kali membantah tempat usahanya itu menyediakan PSK.

Namun, katanya, saat diperiksa ditemukan bekas sperma, tisu dan kondom yang diduga digunakan oleh karyawannya untuk melayani konsumen. Di menyatakan, setelah ini tidak dibenarkan lagi tempat lokalisasi terselubung yang berkedok tempat usaha panti pijat.


Baca Juga :


"Kita sudah memberikan pembinaan kepada pekerjanya untuk tidak mengulangi perbuatannya," ujarnya.

Ia menyatakan, aktivitas tempat usaha panti pijat itu sudah lama membuat resah warga masyarakat yang ada di RT 06 Kelurahan Koto Jaya, Kecamatan Kota Mukomuko. Karena, katanya, tempat usaha panti pijat itu disalahgunakan untuk tempat berbuat mesum.


Sumber : merdeka.com

Jangan biarkan teman kamu kudet & kuper, bagikan info ini

Loading...