METRO TV VS TV ONE, Siapakah Menurut Anda Lebih Baik ?


FUNESIA.NET-Tak bisa dipungkiri lagi bahwa perang udara TV One dan Metro TV pada masa kampanye pilpres kemarin sangat panas. Kedua televisi tersebut telah menjadi corong informasi bagi masing-masing kedua kubu capres/cawapres. 




Keduanya pun menjadi bahan referensi bagi para pengguna media sosial, facebook maupun twitter. Sulit menilai diantara keduanya, mana yang terbaik, karena keduanya sama-sama ego menyajikan berita capres/cawapres yang di dukungnya.

Baca Juga : 



Untuk menyajikan berita yang baik selama kampanye, selain materi yang disajikan harus lengkap, tetapi dibutuhkan juga presenter-presenter yang handal  agar penyampaian beritanya dapat diterima dengan baik olehpenonton. 

Sehingga pada akhirnya, penonton terpengaruh oleh berita tersebut. Kedua TV yang mengklaim sebagai TV Berita, menampilkan presenter-presenter yang memiliki kapabilitas yang cukup mumpuni, selain itu, gaya bicara harus berbeda dengan yang lain. 

Baca Juga :



Presenter TV ONE 

Gaya bicara Presenter TV One lebih santai, dan tidak meledak-ledak. Mimik muka mereka tidak  terlihat tegang, justru mereka terlihat santai, sesekali harus tersenyum, seperti yang terlihat pada Shinta Puspitasari atau Cheche Anisa, sekalipun harus membawakan berita-berita yang menyudutkan capres/cawapres yang bukan didukungnya, hal ini dapat dilihat saat menyampaikan berita tentang Keterkaitan PDIP dengan Komunis. 

Saat mereka memberitakan capres/cawapres yang didukungnyapun demikian, tanpa berlebihan dan  tidak ada perbedaan  dengan cara penyampaian capres/cawapres yang tidak didukungnya. Mereka pun tetap santai. 

Baca Juga :



Untuk sesi dialog, mereka pun membawakan acara dialog tanpa beban. Dipandunya acara itu mengalir apa adanya tanpa harus kelihatan memihak capres/cawapres yang didukungnya. Seperti Acara Debat (Alfito Deanova), Negeri 1/2 Demokrasi (Paramitra Soemantri), dan tentu saja acara favoritnya ILC (Karni Ilyas), selama kampanye acara ini berhenti sementara. 

Presenter Metro TV

Gaya bicara Presenter Metro TV   meledak-ledak, bahkan cenderung mempropokasi, seperti yang terlihat pada Andini Effendi maupun Aviani Malik. Mimik muka mereka nampak tegang. Terlebih lagi saat mereka memberitakan berita-berita yang menyudutkan capres/cawapres yang bukan didukungnya, hal ini dapat dilihat saat menyampaikan berita tentang Pelanggaran HAM atau Lapindo. 

Anehnya, saat mereka memberitakan capres/cawapres yang didukungnyapun tidak terlalu berbeda dengan cara penyampaian capres/cawapres yang tidak didukungnya. Mereka terlihat tegang. Untuk sesi dialog pun, mereka membawakan acara dialog seperti ada beban. coba perhatikan pada acara Mata Najwa (Najwa Shihab), dan Forum Indonesia (Aviani Malik). 

Apa yang digambarkan di atas, tentu masih dapat diperdebatkan, karena mungkin ada hal yang  lain yang masih penting untuk diungkap.

Sumber : Kompasmania.com


Jangan biarkan teman kamu kudet & kuper, bagikan info ini

Loading...