Mengaku Pegawai RSUD Badung, Dewi Jadi Calo CPNS Tipu Warga

Funesia.net - Dwi Firsayanti alias Dewi (26), pelaku penipuan yang berkedok sebagai 'Kasubbag Managemen' RSUD Badung, ini kini meringkuk di sel tahanan Polsek Mengwi kabupaten Badung, Bali. Di balik aksinya ini ternyata, dia merupakan wanita asal Aceh yang menjadi korban tsunami pada tahun 2004 silam dan kini hidup sebatang kara.


"Waktu tsunami, saya masih kelas dua SMP. Keluarga saya meninggal semua, hanya saya yang selamat. Saya bingung merantau ke mana saat itu. Saya harus bisa makan, hanya itu yang saya pikirkan," ucap Dewi saat akan digiring masuk ke sel tahanan Polsek Mengwi.

Wanita dengan nama asli Cut Jihan Dwi Firsayanti ini menuturkan, di tengah kesendiriannya di antara tumpukan mayat saat tsunami, dia dibawa oleh seorang relawan dari Nganjuk, Jawa Timur (Jatim) sebagai anak angkatnya. Bahkan, relawan tersebut menyekolahkannya hingga tamat SMA di Nganjuk. Namun pada tahun 2011, ia ingin mandiri dengan merantau ke Bali.

Tiba di Bali, diumurnya ke 21 wanita kelahiran 1990 ini bekerja serabutan dan tiga bulan merantau di Bali bertemu pria asal Bali. Pemuda asal Desa Pupuan Sawah, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan, ini menikahinya namun tidak berselang lama diumur pernikahan berjalan 3 tahun diceraikan dengan alasan tidak bisa memberikan keturunan.

"Setelah cerai itu, saya bingung karena saya tidak punya keluarga dan tidak ada siapa-siapa di Bali," ujarnya sambil menangis.

Ia mengaku terpaksa melakukan aksi penipuan dengan menjadi seorang PNS Gadungan di sebuah rumah sakit daerah milik Kabupaten Badung lantaran ada kesempatan. Bahkan itu sudah berlangsung selama tiga tahun, hingga baru tercatat tujuh korbannya dengan penipuan yang mencapai jumlah keseluruhan ratusan juta.

Dalam aksinya, dia menawarkan kepada korbannya pekerjaan diterima sebagai tenaga PNS atau pun honorer di RSUD Mangusada Badung. Tentunya dengan uang sogokan hingga puluhan juta.

Polisi hingga saat ini masih terus mengembangkan tindak penipuan dari wanita korban tsunami di Aceh ini.

"Saya sangat menyesal, pak. Saya lakukan ini karena untuk bayar utang dan biaya hidup," tandasnya.

Jangan biarkan teman kamu kudet & kuper, bagikan info ini

Loading...