Ini tanggapan Plt Gubernur soal guru di DKI penyebar isu rush money

Polisi telah menetapkan Abdul Rozak alias AR atau Abu Uwais (31), tersangka penyebar isu penarikan uang secara besar-besaran (rush money). Pelaku merupakan guru di SMK Pluit Raya, Jakarta Utara. Kondisi ini disayangkan Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono.


Sumarsono mengaku prihatin perbuatan dilakukan Abdul Rozak. Sebagai guru, seharusnya Rozak memberi contoh dan bersikap lebih bijak kepada murid maupun masyarakat luas.

“Saya sangat prihatin dan saya berharap mudah-mudahan tidak ada guru khususnya di bidang lain di sekolah lain untuk mengulang kegiatan yang sama,” kata Sumarsono di Balai Agung Gedung Balai Kota Jakarta, Sabtu (26/11).

Meski begitu, Sumarsono menegaskan tidak bisa melakukan apapun atas kejadian ini. Ini dikarenakan Rozak merupakan guru di sekolah swasta dan bukan wewenang Pemprov DKI Jakarta.

“Kewenangannya ada pada yayasan SMK tersebut. Tapi kita memberikan fasilitas yang bersifat mengingatkan pada Yayasan untuk segera melakukan tindakan,” imbuhnya.

Di samping itu, Sumarsono juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat khususnya di DKI Jakarta, tidak melakukan tindakan memperkeruh suasana Pilgub DKI. Untuk itu, dia berharap antar warga ibu kota selama gelaran pesta demokrasi tidak terjadi konflik.

“Kita ini butuh meredam situasi supaya Jakarta ini dingin jangan malah mengupload (unggah) hal-hal yang tidak baik dan memperkeruh suasana,” terangnya. www.merdeka.com

Jangan biarkan teman kamu kudet & kuper, bagikan info ini

Loading...