Curhat Ahok: Nonton Beberapa Detik Mereka Percaya Saya Menista Agama

Funesia.net - Dalam empat survei terakhir yang dilakukan sejumlah lembaga survei, elektabilitas pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut dua, Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat terus melorot. Elektabilitas Ahok dan Djarot Saiful Hidayat terjun bebas di survei terbaru Lingkaran Survei Indonesia (LSI) milik Denny JA. Hasil survei menyebutkan, Ahok-Djarot hanya memiliki elektabilitas 10,6 persen pasca didera isu penistaan agama.


Lembaga survei Indikator Politik juga mengeluarkan hasil survei di Pilgub DKI 2017. Elektabilitas Ahok-Djarot berada di urutan kedua dengan 26,2 persen, di bawah pasangan Agus Yudhoyono-Sylviana Murni

Lembaga Poltracking Indonesia melansir hasil survei yang menyebutkan elektabilitas Ahok-Djarot berada di bawah Agus Yudhoyono- Sylviana Murni. Elektabilitas Ahok-Djarot hanya 22 persen. Terbaru, lembaga survei Charta Politika melansir penelitian mereka terkait elektabilitas pasangan Ahok-Djarot yang hanya 23,5 persen, berada di bawah Agus-Sylvi.

Ahok mengaku telah melakukan penelitian untuk menemukan alasan elektabilitasnya terus merosot walaupun warga ibu kota diklaim puas dengan hasil kinerjanya selama memimpin Pemprov DKI Jakarta. Elektabilitas Ahok terjun karena warga terpengaruh kasus dugaan penistaan agama yang menyeret namanya. Ahok menyayangkan ini.

"Mereka percaya saya menista agama. Padahal mereka hanya tonton beberapa detik saja dari rekaman video dari Buni Yani," katanya di Rumah Pemenangan Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (30/11).

Mantan Bupati Belitung Timur ini menegaskan, tidak mungkin dia menistakan Islam. Dia berharap masyarakat menyaksikan video pidatonya secara utuh atau paling tidak menyaksikan rekaman sepanjang 6-7 menit saat berada di Kepulauan Seribu pada September lalu.

"Kalau dilihat dari video itu, kelihatan bagaimana suasana di sana. Saya enggak ada niat jahat. Yang saya maksud, ada politisi busuk yang manfaatkan agama," terangnya.

Ahok sadar kasus ini akhirnya mempengaruhi pemilih. Sudah ada yang memutuskan untuk tidak memilihnya karena dugaan penistaan agama. Padahal kepuasan masyarakat terhadap kinerjanya sudah mencapai 70 persen.

"Situasi ini persis kayak di Bangka Belitung dulu. Mereka tidak mau memilih pemimpin kafir. Padahal saya ini bukan calon pemimpin, tapi pelayan bapak-bapak ibu-ibu," tutupnya

Jangan biarkan teman kamu kudet & kuper, bagikan info ini

Loading...