Ahkirnya Tukang Bubur Ini Mengaku Dibayar 20 Juta Untuk Menghadang Kampanye Ahok Djarot.


FUNESIA.NET-Penyidik Subdit Kamneg Dit Reskrimum Polda Metro Jaya telah meminta keterangan NS, tersangka penghadangan calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, saat kampanye di Kembangan Utara, Jakarta Barat.



Berdasarkan pemeriksaan, NS, pria yang sehari-hari mencari nafkah berjualan bubur di Kembangan Utara itu mengaku dibayar oleh pasangan Cagub-Cawagub lain untuk melakukan aksi penolakan kepada pasangan Cagub-Cawagub Nomor urut II, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.

Baca Juga :

“Penghadangan terhadap pak Ahok dan Djarot ini didasari dengan sejumlah uang yang telah diterima oleh tersangka (red:NS),” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Awi Setiyono, kepada wartawan ditemui di Mapolda Metro Jaya, Rabu (23/11/2016).

“Saya awalnya ditawari uang sebagai imbalan oleh Bapak SB untuk menghadang setiap kampanye Cagub – Cawagub Ahok Djarot dengan nomor urut 2. Tidak disuruh merusuh tapi harus mempengaruhi warga setempat di lokasi Ahok Djarot berkampanye,” ujar tersangka NS.

Baca Juga :

“Langsung saya terima tawaran itu, saya jawab iya, langsung dikasih 10juta sama Bapak SB, katanya nanti kalau sudah selesai semuanya saya boleh cari dia di Puri buat ambil sisanya. Lah saya tukang bubur dikasih duit 10juta saya cepat saja Pak, saya orang susah, jualan bubur sehari cuma berapa, dapat segitu ya saya syukur sekali, terimakasih sekali. mana saya tahu kalo bisa sampai seperti ini,” lanjut NS sambil menyesali statusnya sebagai tersangka.

Menurut Awi, sejauh ini aparat kepolisian belum menemukan keterkaitan NS dengan salah satu organisasi selain menerima tawaran uang dari seseorang berinisial SB. Penghadangan pun baru dilakukan di tempat tersebut.

Baca Juga :

“Yang bersangkutan tak ada hubungan dengan organisasi apapun dan penolakan dia masih di sana saja. Saat ditanya paling tua dia angkat tangan dan diajak dialog dan dia mengaku jadi koordinator. Informasi baru satu tempat itu saja karena rumah dekat TKP,” katanya.

Aparat Polda Metro Jaya menetapkan status tersangka NS, pelaku penghadangan calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, di Kembangan Utara, Jakarta Barat.

Baca Juga :

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Awi Setiyono, NS dijerat Pasal 187 ayat 4 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada dengan ancaman hukuman di bawah lima tahun.

http://www.beritaheboh.cf/2016/11/seorang-tukang-bubur-mengaku-dibayar-20.html


Jangan biarkan teman kamu kudet & kuper, bagikan info ini

Loading...