PEDAGANG DI THAILAND RAMAI-RAMAI MINTA FOTO MENDIANG RAJA THAILAND


KABARMANUSIA-Permintaan foto mendiang Raja Bhumibol Adulyadej dan memorabilia kerajaan lainnya meningkat. Para pedagang dan toko-toko di Thailand mengaku kewalahan menghadapi permintaan besar para pelayat, selang beberapa hari setelah wafatnya raja berusia 88 tahun itu.

Raja Bhumibol yang merupakan raja ke-9 dari Dinasti Chakri itu wafat pada Kamis (13/10) sore di Bangkok. Raja Bhumibol yang memimpin selama 70 tahun, yang terlama di dunia itu, dipandang sebagai pilar stabilitas dan persatuan Thailand. Kepergiannya menyisakan duka mendalam bagi sekitar 67 juta penduduk Thailand, yang hingga kini masih dalam masa berkabung. Otoritas Thailand bahkan menetapkan masa berkabung nasional selama 1 tahun.


Di jalanan Dinso, Bangkok, yang tak jauh dari Grand Palace yang menjadi tempat persemayaman jenazah Raja Bhumibol hingga kremasi digelar, berbagai toko menjual foto-foto Raja Bhumibol dengan berbagai pose. Mulai dari yang berbingkai emas hingga tanpa bingkai. 

Seperti dilansir Reuters, Senin (17/10/2016), toko-toko itu dipenuhi para pelayat yang ingin membeli foto maupun memorabilia kerajaan lainnya. Beberapa pedagang mengakui adanya lonjakan penjualan foto-foto mendiang Raja Bhumibol.

"Bisnis meningkat sekitar 70-80 persen. Kami tidak bisa memenuhi permintaan," terang Charlie Wangthamrongwit (62) yang memiliki toko di jalan Dinso, yang juga dikenal sebagai 'jalan foto'.


"Semua hal berkaitan dengan (mendiang) Raja (Bhumibol) banyak dicari sekarang," imbuhnya, sembari menyebut foto Raja Bhumibol dalam pose berdiri menjadi yang paling banyak dibeli.

Tidak hanya itu, sebut Charlie, penjualan foto Raja Bhumibol dan Putra Mahkota Maha Vajiralongkorn juga mengalami peningkatan. Namun khusus untuk foto Vajiralongkorn belum ada permintaan tambahan. "Belum ada yang memesan foto Pangeran (Vajiralongkorn). Sekarang kita masih dalam masa berkabung," imbuhnya.


Sebagian wilayah Bangkok dipenuhi nuansa hitam dan putih sebagai wujud berkabung. Foto-foto mendiang Raja Bhumibol yang banyak tersebar di ibu kota Thailand itu juga dibingkai dengan kain hitam.

"Tidak ada perintah untuk memindahkan foto Raja (Bhumibol). Kami menginstruksikan orang-orang soal cara mengatur ulang foto-foto itu dengan tepat. Contohnya, kata-kata 'Raja panjang umur' kini tidak terpakai jadi kami membetulkannya," tutur juru bicara pemerintah Thailand, Weerachon Sukondhapatipak, kepada Reuters.

Selain foto, penjualan pakaian warna hitam yang merupakan warna berkabung, juga melonjak. Akhir pekan kemarin, otoritas Thailand memberlakukan aturan hukum baru bagi pedagang yang sengaja menaikkan harga pakaian warna hitam. Mereka terancam hukuman denda hingga 140 ribu Baht (Rp 51 juta) dan hukuman 7 tahun penjara.


Detik.com

Jangan biarkan teman kamu kudet & kuper, bagikan info ini

Loading...