KETAHUAN ! TERNYATA BEGINI PENYEBAB JOKOWI PECAT ANIES BASWEDAN SEBAGAI MENDIKBUD

KABARMANUSIA-Mantan Mendikbud,Prof Anies Baswedan merupakan nama yang tidak cukup asing bagi publik. Nama Anies Baswedan memang sudah cukup lama dikenal oleh masyarakat luas karena Ia memang diketahui aktif di dunia sosial.
Namun, ada kabar yang kurang mengenakkan juga datang dari Anies Baswedan yang pada waktu yang lalu baru saja dicopot dari jabatannya sebagai Mendikbud oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Ia diketahui digantikan oleh Prof Muhajir Effendy yang tak lain adalah mantan Rektor di Universitas Muhammadiyah Malang.

Selanjutnya, pertanyaan dari masyarakat luas tentu apa penyebab dari Anies Baswedan diganti oleh Jokowi sebagai menteri?

Seperti yang kita ketahui bahwa pendidikan adalah pondasi utama sebuah negara agar bisa berkembang dengan baik.
Oleh karena itulah tentu harus mendapatkan perhatian yang cukup ekstra jika dibandingkan dengan sektor lainnya.

BACA JUGA :

KASIHAN ! BAYI 40 HARI TEGA DIJUAL DI SITUS ONLINE EBAY, HARGANYA RP.71,9 JUTA
Seperti yang diatur dalam UUD 1945 Amandemen ke 4 pasal 31 ayat 4 disebutkan bahwa alokasi anggaran pendidikan dari APBN dan APBD minimal 20 persen.
Kebijakan tersebut telah berlaku namun perubahan paradigma sampai dengan kasus-kasus yang ada di sektor pendidikan masih sering sekali terjadi.
Bahkan di Hari Pendidikan Nasional tahun 2016 ini terdapat beberapa kejadian yang cukup miris soal siswa sampai dengan pendidik baik di kelompok pendidikan yang formal ataupun yang informal sekalipun.
Anies diketahui memprakarsai Indonesia Mengajar untuk dapat membuat gerakan sosial yang bersifat massif di berbagai pelosok Indonesia.
Bukan hanya itu saja, alokasi dari anggaran pendidikan terus bertambah dan untuk tahun ini saja alokasi anggaran sudah mencapai Rp 407 Triliun.
Adapun terobosan lainnya yang juga telah dilakukan oleh Anies salah satunya adalah membaca buku 15 menit pertama untuk para pelajar. Orang tua juga diminta untuk mengantarkan anaknya di hari pertama sekolah.
Anies juga turut berupaya untuk dapat menghapus kekerasan dan pemberian tugas MOS yang dianggapnya tak mendidik.
Tetapi, ternyata kebijakan yang sudah dilakukan oleh Anies tersebut belum cukup bagi Presiden Joko Widodo untuk wujud dari Nawa Cita yang ingin dicapainya.
Hal ini berarti upaya yang sudah dilakukan oleh Anies Baswedan sudah baik namun belum cukup maksimal.
Pendidikan di Indonesia membutuhkan orang yang dapat membuat terobosan yang jelas serta punya dampak yang langsung untuk perubahan paradigma pendidikan.
Salah satu contoh yang nyata adalah pungutan di sekolah yang masih sering sekali terjadi. Mulai dari pungutan beli buku, seragam, kaos kaki sampai dengan sumbangan pendidikan dengan sangat mudah kita jumpai di sekolah.
Padahal di berbagai regulasi yang ada seperti pada PP PP 48 Tahun 2008 Tentang Pendanaan Pendidikan. Lalu di dalam tata kelola guru, berbagai macam upaya peningkatan kualitas guru tak banyak mendorong perbaikan dari kualitas guru.
Adapun hal yang paling mendapat perhatian dari masyarakat yaitu dihentikannya soal implementasi kurikulum 2013.
Masyarakat mempertanyakan soal pergantian kurikulum yang akan berujung pada tambahan pengeluaran sementara untuk para guru, perubahan kurikulum tersebut akan menjadi pekerjaan tersendiri.
Apalagi bila berdasarkan hasil UKG, hanya ada 40 persen peserta saja yang lulus di atas angka rata-rata dan untuk nilai baik hanya 25 persen saja.Sedangkan untuk sisanya sangat memprihatinkan.
Terobosan untuk dapat meningkatkan kualitas guru di dalam proses pembelajaran juga tak begitu terlihat hasilnya. Kekerasan yang terjadi di sekolah malah menjadi masalah yang mencuat ke publik.
Selanjutnya, semoga Prof Muhajir Effendy dapat memberikan perubahan yang baik di dunia pendidikan Indonesia.


Jangan biarkan teman kamu kudet & kuper, bagikan info ini

Loading...