Kenapa Orang Sering Lebih Suka Makan-Makanan Manis ? Ini Penyebabnya


KABARMANUSIA-Apakah Anda termasuk penyuka rasa manis? Saking sukanya, sampai Anda menyimpan beragam makanan dan minuman manis di kulkas, di laci meja dapur, di mobil, termasuk di laci meja kerja?
Mengapa Anda sering mendambakan rasa manis sedangkan kakak dan adik Anda mendambakan rasa yang berbeda?
Temukan empat kebenaran ilmiah tentang kegemaran Anda terhadap rasa manis dan bagaimana menghilangkannya.
1. Dimulai dari otak
Beberapa ahli terdahulu menduga, jika Anda mendambakan burger berarti Anda kekurangan zat besi. Jika mendambakan cokelat, tubuh Anda membutuhkan magnesium. Tetapi jika akar dari semua keinginan adalah kebutuhan gizi, kita semua akan menginginkan sayur kale, kata ahli gizi Jaime Mass, R.D.
Sebaliknya, penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar keinginan kaitan dengan otak lebih dari kaitan dengan tubuh Anda.
Ternyata, makanan olahan bergula dan berlemak memicu wilayah otak yang sama, yang dipicu oleh obat-obatan. Setelah itu, otak akan memerintahkan  pelepasan neurotransmitter dopamin yang membuat Anda merasa nyaman. Otak mengasosiasikan gula dan lemak sama dengan rasa nyaman sehingga Anda bisa ketagihan.
2. Gula mengalahkan lemak
Anda lebih mungkin untuk mendambakan donat manis daripada daging, demikian menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam The American Journal of Clinical Nutrition.
Peneliti melacak aktivitas otak lebih dari 100 siswa saat mereka minum milkshake cokelat yang tinggi gula atau tinggi lemak dan mengandung jumlah kalori yang sama. Para ilmuwan menemukan bahwa minuman sarat gula, lebih efektif dalam mengaktifkan area otak yang terkait dengan nafsu makan dibanding minuman yang tinggi lemak.
3. Kurang tidur memicu "ngidam"
Ketika Anda lelah, Anda lebih mungkin untuk mendambakan karbohidrat dan gula untuk memulihkan diri, kata Mass. Plus, Anda mungkin merasa lebih lapar  karena tingkat ghrelin meningkat dan hormon leptin turun, katanya.
Bahkan, di salah satu studi Mayo Clinic tahun 2012, orang yang tidur 80 menit lebih sedikit daripada biasanya, ternyata makan 550 kalori ekstra di hari berikutnya.
4. Supermarket merancangnya demikian
Ketika Anda dalam antrean di kasir supermarket, biasanya akan terlihat berbagai produk permen dan cokelat yang menggoda tangan Amda untuk meraihnya.
"Produsen membayar apa yang disebut 'biaya slotting' sehingga produk mereka ditempatkan di daerah yang mudah terlihat dan paling sering disinggahi atau dilewati pembeli," kata Collin R. Payne , Ph.D., profesor pemasaran di New Mexico State University.
Baca Juga :
Cara Menghilangkan Ngidam Manis Anda
1. Kunyah permen karet
Ketika Anda mengunyah permen karet, gerakan berulang mengirimkan sinyal ke bagian otak yang mengontrol nafsu makan. Otak mengansumsikannnya sebagai aktivitas makan sehingga memunculkan sinyal kenyang, kata Wesley Delbridge, R.D., juru bicara Academy of Nutrition and Dietetics.
2. Main tetris
Bermain blok klasik ini walau hanya tiga menit sudah cukup untuk memangkas keinginan makan, kafein, dan nikotin sebesar 24 persen, kata sebuah penelitian di Inggris.
Warna-warna cerah dan bentuk bergerak dalam permainan ini mengalihkan fokus otak yang sedang memvisualisasikan apa pun yang Anda hasrati. Efeknya berlangsung bahkan setelah Anda berhenti bermain.
Ditinjau oleh: dr. Adnan Yusuf

Jangan biarkan teman kamu kudet & kuper, bagikan info ini

Loading...