10 DAFTAR PREMAN PALING TERKENAL DAN DITAKUTI DI INDONESIA

KABARMANUSIA-Dalam sejarah, Indonesia memiliki banyak sekali preman yang dikenal sangat menakutkan. Bahkan pemerintah pun kesusahan dalam menangani kelakuan mereka. Kekuatan yang dimiliki oleh preman-preman ini membuat banyak orang angkat tangan dan berharap tidak akan pernah bertemu mereka sampai kapan pun.

Keberadaan preman saat ini memang sudah meresahkan, pemerasan, penganiayaan bahkan tak jarang pembunuhan kerap mereka dilakukan. Namun apakah arti preman itu sendiri? Benarkah preman identik dengan perbuatan kriminal?

Preman atau gangster yang ada di Indonesia sebenarnya sudah ada sejak zaman kolonial Belanda. Mereka melakukan penjarahan kepada siapa saja, bahkan aksi-aksi keji pun kerap dilakukan. 


Namun siapa sajakah mereka yang pernah menjadi preman yang terkenal dan ditakuti di indonesia ? 

Berikut daftar preman yang terkenal dan ditakuti  di indoneisa :

1.Shara Ola Panggabean ( The Real Medan GodFather )



Olo Panggabean lahir di Tarurung, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara 24 Mei 1941. Nama lengkapnya adalah Sahara Oloan Panggabean, tapi lebih suka di panggil OLO, yang dalam bahasa Tapanuli artinya IYA atau OK.

Pada masa hidupnya, untuk menemui atau hanya melihat sosok “Ketua” itu bukanlah perkara gampang. Hanya orang-orang tertentu yang tahu keberadaannya di suatu tempat, itupun dengan pengawalan berlapis-lapis yang selalu mengitari kemanapun dia pergi. Sang “Ketua” itu pun selalu menghindari wartawan. Dia bahkan pernah memberikan uang kepada wartawan untuk tidak mewawancarai ataupun mengabadikan dirinya melalui foto.

Sosoknya sangat bertolak belakang dari sebutannya yang dikenal sebagai “Kepala Preman.” Perawakannya seperti orang biasa dengan penampilan yang cukup sederhana. Ia hanya mengunakan sebuah jam tangan emas tanpa satupun cincin yang menempel di jarinya. Sorot matanya terlihat berair seperti mengeluarkan air mata, tetapi memiliki lirikan yang sangat tajam. “Jangan panggil saya Pak. Panggil saja Bang, soalnya saya kan sampai sekarang masih lajang,”ujar Olo sambil tertawa. Meski begitu, pengawal rata-rata bertubuh besar berkumis tebal dengan kepalan rata-rata sebesar buah kelapa.

2.Hercules ( Sang Penguasa Tanah Abang )



Hercules  merupakan seorang pejuang yang pro terhadap NKRI ketika terjadi ketegangan Timor – timur sebelum akhirnya merdeka pada tahun 1999. Maka tak salah jika sosoknya yang begitu berkarisma ia dipercaya memegang logistik oleh KOPASSUS ketika menggelar operasi di Tim – tim.
Namun nasib lain hinggap pada dirinya, musibah yang dialaminya di Tim – tim kala itu memaksa dirinya menjalani perawatan intensif di RSPAD Jakarta. Dan dari situlah perjalanan hidupnya menjadi Hercules yang di kenal sampai sekarang, ia jalani.
Hidup di Jakarta tepatnya di daerah Tanah Abang yang terkenal dengan daerah ‘Lembah Hitam’, seperti diungkapkan Hercules daerah itu disebutnya sebagai daerah yang tak bertuan, bahkan setiap malamnya kerap terjadi pembacokan dan perkelahian antar preman.
Rasanya tidak percaya Hercules preman yang paling ditakuti, setidaknya di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta. Tubuhnya tidak begitu tinggi. Badannya kurus. Hanya tangan kirinya yang berfungsi dengan baik. Sedangkan tangan kananya sebatas siku menggunakan tangan palsu. Sementara bola mata kanannya sudah digantikan dengan bola mata buatan.

3.JHON REFRA KEI ( Big Boss Asal Maluku )


Jhon Refra Kei atau yang biasa disebut Jhon Kei, tokoh pemuda asal Maluku yang lekat dengan dunia kekerasan di Ibukota. Namanya semakin berkibar ketika tokoh pemuda asal Maluku Utara pula, Basri Sangaji meninggal dalam suatu pembunuhan sadis di hotel Kebayoran Inn di Jakarta Selatan pada 12 Oktober 2004 lalu.

Padahal dua nama tokoh pemuda itu seperti saling bersaing demi mendapatkan nama lebih besar. Dengan kematian Basri, nama Jhon Key seperti tanpa saingan. Ia bersama kelompoknya seperti momok menakutkan bagi warga di Jakarta.

Untuk diketahui, Jhon Kei merupakan pimpinan dari sebuah himpunan para pemuda Ambon asal Pulau Kei di Maluku Tenggara. Mereka berhimpun pasca-kerusuhan di Tual, Pulau Kei pada Mei 2000 lalu. Nama resmi himpunan pemuda itu Angkatan Muda Kei (AMKEI) dengan Jhon Kei sebagai pimpinan. Ia bahkan mengklaim kalau anggota AMKEI mencapai 12 ribu orang.

Lewat organisasi itu, Jhon mulai mengelola bisnisnya sebagai debt collector alias penagih utang. Usaha jasa penagihan utang semakin laris ketika kelompok penagih utang yang lain, yang ditenggarai pimpinannya adalah Basri Sangaji tewas terbunuh. Para ‘klien’ kelompok Basri Sangaji mengalihkan ordernya ke kelompok Jhon Kei. Aroma menyengat yang timbul di belakang pembunuhan itu adalah persaingan antara dua kelompok penagih utang.

Bahkan pertumpahan darah besar-besaran hampir terjadi tatkala ratusan orang bersenjata parang, panah, pedang, golok, celurit saling berhadapan di Jalan Ampera Jaksel persis di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada awal Maret 2005 lalu. Saat itu sidang pembacaan tuntutan terhadap terdakwa pembunuhan Basri Sangaji. Beruntung 8 SSK Brimob Polda Metro Jaya bersenjata lengkap dapat mencegah terjadinya bentrokan itu.

4.KUSNI KADUT ( Si Penjahat Lengendaris )


Kusni Kasdut adalah preman sekaligus penjahat dan perampok kelas kakap yang pernah ada di Indonesia. Bahkan bisa dibilang, ia adalah preman paling legendaris karena banyak sekali melakukan aksi mengerikan. Salah satu aksi paling fenomenal dari Kusni Kasdut adalah saat ia merampok barang-barang dari Museum Nasional Jakarta. Ia membawa lari 11 permata berharga dengan menyamar sebagai polisi.
Kusni Kasdut banyak sekali melakukan perampokan barang mewah. Ia tak segan-segan membunuh korbannya yang melawan. Atas apa yang dilakukan ini, Kusni Kasdut mendapatkan hukuman mati dari pengadilan. Sebelum eksekusi datang, Kusni Kasdut akhirnya bertobat dan memeluk Agama Katolik.

5.DICKY AMBON


Dicky Ambon adalah preman yang hidup dan menguasai wilayah Yogyakarta. Ia adalah orang yang banyak sekali melakukan aksi mengerikan seperti asusila pada wanita, perampokan, pencurian, hingga melakukan pembunuhan dengan keji. Kasus paling besar yang pernah dilakukan oleh Dicky Ambon adalah pengeroyokan terhadap seorang Prajurit TNI. Akibat hal ini Dicky Ambon dan tiga orang temannya ditangkap.
Dicky Ambon akhirnya diadili dan dijebloskan di dalam penjara. Saat di penjara, Dicky Ambon diserang oleh sekelompok orang bersenjata hingga membuatnya langsung tewas di tempat. Oh ya, saat masih hidup, Dicky Ambon menguasai jalan-jalan yang menghubungkan Yogyakarta dan Solo.

6.SLAMET GUNDUL


Slamet Gundul adalah salah satu preman yang paling dicari oleh Polri tahun 1989. Bahkan Direktur Reserse Mabes Polri Koesparmono Irsan mengisyaratkan untuk menangkap Slamet Gundul, hidup atau pun mati. Kekesalan ini adalah buntut dari aksi keji yang dilakukan oleh Slamet Gundul dengan para komplotannya. Mereka suka sekali merampok nasabah Bank yang baru saja mengambil uang.
Aksi ini dilakukan berkali-kali hingga polisi di Jawa, Nusa Tenggara dam Sumatra bagian selatan dikerahkan untuk mengepung Slamet Gundul. Ia sebenarnya pernah ditangkap dan diadili meski berhasil kabur dari halaman Pengadilan Negeri. Kasus Slamet Gundul benar-benar membuat citra Kepolisian jadi anjlok. Bagaimana tidak, Slamet Gundul menjelma bak belut yang susah ditangkap dengan cara apa pun.

7.SEMBILAN NAGA


Jaringan Sembilan Naga menembus berbagai daerah di Indonesia. Upeti untuk pejabat militer, kepolisian, atau pemda, membuat bisnis ini kian kuat. Jarum jam sudah bergerak ke angka 01.00 WIB, Sabtu dini hari. Malam pun kian larut dan menebar hawa dingin yang menusuk hingga ke tulang sumsum. Namun, beberapa sudut Kota Jakarta tetap saja "panas" dan berdenyut. Sebuah siklus sosial yang tetap hidup. Jakarta memang tak pernah "mati" dari kehidupan malam, terutama bagi mereka yang doyan dengan dunia hiburan dan perjudian.

Datanglah ke Kabuki, Hotel Prinsen Park, Kawasan Lokasari di Jakarta Barat. Lalu, Pelangi dan Raja Kota di Jalan Hayam Wuruk, termasuk Raja Mas di Kawasan Glodok, Jakarta Barat. Siapa pun bisa gambling dan mengadu nasib di tempat usaha milik Rudi atau kalangan penjudi sering memanggilnya dengan sebutan Rudi Raja Mas. Cukup dengan menitipkan Rp 1 juta di pintu masuk sebagai deposit, pengunjung bisa terlibat dalam kegiatan di dalam. Pernah menonton film God of Gamblers? Persis begitulah suasana di dalamnya. Ada puluhan meja rolet, kasino, dan ratusan mesin mickey mouse. Puluhan pekerja, dan ada juga puluhan penjaga berbadan tegap dengan rambut potongan cepak. Kabarnya, dari tiga lokasi perjudian itu, Rudi bisa menyedot Rp 5 miliar dana segar per malam. Hitung saja kalau di dikalikan 30 hari. Maka, tak kurang dari Rp 150 miliar per bulan. Hatta, berjudi bukanlah hal yang sulit di Jakarta.

8.JHONY INDO



Johny Indo adalah seorang pria dengan tubuh jangkung dengan kulit sangat bersih. Dengan tampang yang sama sekali tidak ada preman-premannya, Johny justru menjadi orang mengerikan. Ia banyak sekali melakukan aksi perampokan terutama toko-toko emas yang ada di daerah Jakarta Pusat. Dalam perampokan, ia juga kerap membawa banyak sekali pistol hingga tak banyak orang yang mampu melawannya.
Apa yang dilakukan oleh Johny tentu membuat banyak toko emas jadi ketakutan. Polisi pun terus melakukan pengejaran hingga akhirnya mampu menahan Johny dan kawan-kawannya. Oh ya, meski ia seorang preman dan juga perampok. Banyak sekali barang hasil curiannya diberikan kepada para orang miskin. Apa yang ia lakukan membuat Johny sering dianggap sebagai Si Pitung atau Robinhood.


Jangan biarkan teman kamu kudet & kuper, bagikan info ini

Loading...